Detail Cantuman Kembali
AKTIVITAS ANTI JAMUR NANOPARTIKEL KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG (Litopenaeus vannamei) TERHADAP JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO DENGAN METODE WELL DIFFUSION
Abstrak : Tingginya angka kejadian kandidiasis di Indonesia yang disebabkan oleh jamur Candida albicans berpengaruh dengan meningkatnya resistensi terhadap suatu antijamur yang disebabkan seperti penggunaan antijamur yang tidak sesuai indikasi dan tidak sampai tuntas. Meningkatnya kejadian resistensi terhadap antijamur ini perlu dilakukan pencarian alternatif antijamur dari bahan alami, yang memiliki efek samping relatif kecil dan lebih aman, seperti kitosan yang diolah dari limbah cangkang kulit udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur nanopartikel kitosan terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Kitosan memiliki kelarutan yang buruk dalam air sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kelarutan dengan melakukan pengecilan ukuran menjadi nanopartikel. Kitosan memiliki banyak manfaat dan lebih sering dimanfaatkan daripada kitin, salah satunya sebagai antijamur dikarenakan kitosan memiliki enzim kitinase yang dapat menekan pertumbuhan jamur. Untuk mengetahui aktivitas antijamur nanopartikel kitosan terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dilakukan penelitian eksperimental dengan masa inkubasi jamur 24 jam dengan suhu 37 ˚C dan pengujian dilakukan dengan metode well diffusion dengan konsentrasi 20000 ppm, 25000 ppm, dan 40000 ppm serta menggunakan kontrol positif nystatin dan kontrol negatif asam asetat 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel kitosan dapat menghasilkan zona hambat sebesar 0, 25cm, 0.25 cm, and 0.92 cm.. Dari data tersebut dilakukan uji analisis statistik dengan One way ANOVA yang memperoleh signifikansi
MAGHVIRA SEPTA ROSALIA - Personal Name
6B.S-Far Ros a 30-19
6B.S-Far
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2019
Surabaya
xiv, 59p.; ill.; tab.; 21cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







